{"id":300,"date":"2025-04-25T05:16:37","date_gmt":"2025-04-25T05:16:37","guid":{"rendered":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/?p=300"},"modified":"2025-05-08T17:34:10","modified_gmt":"2025-05-08T17:34:10","slug":"hauntologi-urban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban","title":{"rendered":"Hauntologi Urban"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"300\" class=\"elementor elementor-300\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-353dce8 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"353dce8\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8df5ec1 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"8df5ec1\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7ec91a6 elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"7ec91a6\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"400\" src=\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/judul-kur_-768x400.png\" class=\"attachment-medium_large size-medium_large wp-image-308\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/judul-kur_-768x400.png 768w, https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/judul-kur_-300x156.png 300w, https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/judul-kur_.png 976w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8365f12 elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"8365f12\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">kurator <b>RENAL RINOZA<\/b><\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3dfdf92 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"3dfdf92\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1c254b9 elementor-widget elementor-widget-spacer\" data-id=\"1c254b9\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"spacer.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-spacer\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-spacer-inner\"><\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-54f25e2 elementor-widget__width-initial elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"54f25e2\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">APRIL - MEI 2025<br>\n<br>\nSamarinda<br>\nBIOSKOP SINDIKAT SINEMA\n<br>\n<br>\nBalikpapan<br>\nSEKAR PELANGI<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-bd931d9 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"bd931d9\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-744c60f elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"744c60f\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Melalui Program Bioskop Reguler <i>Metropolis,<\/i> Sindikat Sinema yang berbasis di kota Samarinda mencoba untuk membuka ruang pertukaran dialog tentang budaya sinema dengan berbagi pengetahuan yang bertolak dari film. Dalam hal ini, bagi Sindikat Sinema, sinema menjadi jendela pengetahuan tentang kota dan warganya beserta semesta permasalahannya dan turut berbagi kegelisahan dengannya. &nbsp;<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Sebagai bagian dari warga kota Samarinda, teman-teman Sindikat Sinema turut merasakan keresahan terhadap kotanya yang dihadapkan pada laju pertumbuhan urban yang demikian pesat namun sialnya diperoleh dari ekonomi ekstraktif berupa pertambangan batubara. Hampir 70 persen wilayah kota Samarinda dijepit dan dikelilingi lanskap pertambangan batubara. Di semua arah dari pusat kota, bukit-bukit diiris dan dipotong (Sabarini dan Sulaiman, 2013). Belum lagi hilir-mudik kapal tongkang batubara yang melintasi Sungai Mahakam, membuat masalah polusi air dan debu batubara bagi warga (Fogarty, 2014). <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Selain itu, dampak dari aktivitas penambangan batubara juga berkontribusi besar pada peningkatan intensitas banjir. Alhasil, membuat kota Samarinda dijuluki sebagai Kota Banjir. Penyebab utama banjir adalah akibat dari penggundulan hutan dan erosi tanah oleh aktivitas penebangan kayu dan penggalian tambang batubara. Dalam catatan <a name=\"_Hlk195472548\"><\/a>Maimunah dan Agustiorini (2020), \u201cdari November 2008 hingga Juni 2020, banjir telah menggenangi hampir setiap sudut kota, menutupi jalan utama, dan mengganggu kegiatan ekonomi, termasuk transportasi umum dan pasar. Sekitar 50.000 orang telah terkena dampak 5-6 banjir besar setiap tahun.\u201d Kerugian masyarakat lainnya yang tak kalah buruknya adalah peningkatan sedimentasi sungai yang membuat nelayan mengalami kesulitan dalam menangkap ikan. Bahkan seringkali terjadi kematian massal ikan-ikan di sungai. Demikian juga, kapal-kapal tongkang batubara yang sering menabrak kolam-kolam budidaya ikan nelayan di Sungai Mahakam (Maimunah dan Agustiorini, 2020). <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Apa yang digembar-gemborkan dengan ilusi laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Timur oleh pejabatnya ternyata tidak sebanding dengan dampak kerusakan ekologi yang ditimbulkannya. Belum lagi penyingkiran masyarakat setempat yang memicu krisis dan konflik sosial maupun ekonomi. Singkatnya, mayoritas masyarakat Kota Samarinda hanya memperoleh sedikit manfaat dari adanya ekonomi pertambangan. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan praktik penambangan yang memblokade sumber penghidupan masyarakat dari sektor pertanian seperti yang terjadi di desa Makroman, kota Samarinda. Perusahaan pertambangan melakukan aktivitas penambangan dengan mengelilingi desa dan lahan pertanian di dua sisi sehingga membuat warga di desa tersebut mengalami gangguan pasokan air untuk irigasi sawah. Celakanya, pihak perusahaan menawarkan sejumlah besar uang kepada pemilik lahan. Sebagian warga ada yang melepaskan lahannya, sebagian lainnya tidak (Fogarty, 20114). Tentunya apa yang dilakukan perusahaan adalah praktik kotor dan manipulatif kepada warga desa yang telah mereka kepung dengan aktivitas penambangan batubara dan merasa lahan pertanian mereka tidak subur lagi, perusahaan datang menawarkan iming-iming. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Krisis yang berlangsung di kota Samarinda mengingatkan saya pada proyek riset Macarena G\u00f3mez-Barris yang menangkap persoalan kegentingan masyarakat yang berusaha untuk bertahan dari zona kapitalisme ekstraktif. Melalui proyek risetnya bertajuk <i>The Extracive Zone: Social Ecologies and Decolonial,<\/i> yang kemudian dibukukan, G\u00f3mez-Barris (2017) mendokumentasikan sebuah geografi lingkungan di mana bentuk-bentuk kekuatan kapitalis yang terkoordinasi dengan maju, sambil menganalisis berbagai kompleksitas ekologi sosial dan alternatif material yang coba digagas dan disebarkan oleh para seniman, aktivis-aktivis gerakan, pelaku budaya, dan kaum intelektual. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Istilah zona ekstraktif dipakai untuk merujuk pada tahap perkembangannya yang mutakhir berupa bentuk-bentuk baru ekstraktivisme dari kemunculan kapitalisme kolonial di abad keenam belas hingga saat ini, termasuk bagaimana beroperasinya proses privatisasi dan deregulasi neoliberal selama empat puluh tahun terakhir yang semakin meminggirkan dan mereduksi kehidupan lalu mengkonversinya ke sumberdaya kapitalis, tak terkecuali apa yang menimpa warga kota Samarinda. G\u00f3mez-Barris membuka berbagai kemungkinan dari sejarah penaklukan dan perlawanan sambil memeriksa potensi dekolonisasi di dalam kondisi kekerasan dari bekerjanya kapitalisme ekstraktivisme (G\u00f3mez-Barris, 2017). <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Setidaknya, respons dan keteribatan para seniman, pembuat film, pelaku budaya, aktivis-aktivis dan kaum intelektual yang telah didokumentasikan dengan sangat idiosinkratis oleh G\u00f3mez-Barris di proyek Extracive Zone-nya saya rasa juga hampir sama dilakukan oleh berbagai bentuk inisiatif maupun perlawanan dari sejawatnya di belahan dunia yang lain. Teman-teman Sindikat Sinema di Samarinda adalah salah satu contohnya. Melalui praktik kebudayaan yang mereka kerjakan, Sindikat Sinema berbagai keresahan atas kota dan warganya yang dikepung zona ekstraktif. Tentunya program pemutaran film dengan tajuk Urban, Tradisi dan Lingkungan adalah usaha mendistribusikan pengetahuan sinema agar dapat berbagi keresahan dan kesadaran yang terus dirawat.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Di program pemutaran bioskop reguler ini, saya mengawalinya dengan menampilkan 5 film yang setidaknya bisa menggambarkan tema tentang Urban, Tradisi dan Lingkungan yang diangkat. Film-film yang coba saya tampilkan ini menggambarkan karakter tokoh-tokohnya dalam laju kehidupan modern kota sebagaimana halnya perkembangan kapitalisme yang terjadi baik di Samarinda maupun belahan dunia lainnya. Ada yang terenggut dan tercerabut dari dunia kehidupan modern di kota terutama berbagai tradisi, pengetahuan-pengetahuan vernakular dan bentangan alam yang membuat manusia hidup di dalamnya harus bertahan dan beradaptasi dengan begitu cepatnya atas perubahan ruang geografis yang kita tempati dan diami ini. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Dalam hal ini, kerangka periksa untuk membacanya dapat dicoba melalui kerangka hauntologi. Mengikuti Jossh Lown (2025), kerangka hauntologi menawarkan pemahaman \u2018lebih dari sekadar material\u2019 tentang apa yang disebut \u2018masa depan yang hilang\u2019 oleh perubahan material seperti tata kota, pembangunan, dan perubahan demografi atau lainnya. Lown memeriksa hauntologi dari kasus gentrifikasi perkotaan yang menjelaskan bagaimana penduduk sering kali dihantui oleh rasa kehilangan individu dan komunal atas rasa tempat dan masa depan komunitas mereka. Kerangka hauntologi dipinjam dari filsafat ontologis Jacques Derrida tentang cara memahami masa kini sebagai intrusi masa lalu yang mengisyaratkan potensi masa depan (Davis, 2005; Derrida, 1994 [2006] dalam Lown, 2025). <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif;\">Kerangka hauntologi dibedakan dengan nostalgia yang melihat ke masa lalu sementara hauntologi menunjukkan keadaan \u2018masa depan yang hilang\u2019 dan kita dihantui terus-menerus dengan rasa kehilangan dan keterputusan dengan suatu ikatan entah itu individu, komunal ataupun tempat (lanskap geografis tertentu) yang pada akhirnya membuat sebagian orang menjadi nomaden, migran, terusir, terombang-ambing, tunawisma dan menjadi pengungsi. <\/span><\/p>\n<p><span lang=\"IN\" style=\"font-size: 11.5pt; line-height: 115%; font-family: 'Arial',sans-serif; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-theme-font: minor-latin; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA;\">Adapun 5 film yang akan diputar: <i>Borrom Sarret<\/i> (Ousmane Sembene, 1963), <i>Manila in the Claws Light<\/i> (Lino Brocka, 1975), <a name=\"_Hlk195484287\"><\/a><i>Stray Dogs<\/i> (Tsai Ming-liang, 2013), <i>Still Life<\/i> (Jia Zhangke, 2006), dan <i>Pictures of Ghosts<\/i> (Kleber Mendon\u00e7a Filho, 2023) setidaknya dapat menelusuri jejak ruang hauntologi urban dengan memahami dampak yang dirasakan tatkala hilangnya apa yang mengikat dan melekat dan digantikan dengan perubahan lanskap perkotaan dan pertarungan atas ruang <i>(contested spaces) <\/i>itu sendiri.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c518ce6 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"c518ce6\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-146b489 elementor-widget elementor-widget-spacer\" data-id=\"146b489\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"spacer.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-spacer\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-spacer-inner\"><\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c18c16f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"c18c16f\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b9bdb12 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"b9bdb12\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3bfaef6 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"3bfaef6\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Borom Sarret<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-47bba83 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"47bba83\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Ousmane Sembene<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b8485fb elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"b8485fb\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Senegal - 1963 - 18 menit<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5c45dd3 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"5c45dd3\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-704e293 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"704e293\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Borom Sarret adalah film <em>feature<\/em> pertama Ousmane Sembene\u2014yang kemudian diikuti oleh film-film ia berikutnya\u2014yang mengeksplorasi kota Dakar, ibukota Senegal, untuk merenungkan bagaimana pemahaman kita tentang kota. Borom Sarret berfokus pada kehidupan sosial penduduk kota Dakar yang menghadapi kondisi negara Senegal pascakolonial melalui tokoh utamanya seorang kusir penarik cikar. Di film ini tergambarkan bagaimana benturan antara kehidupan tradisional orang Senegal dengan aspirasi kemajuan kota yang dituntut serba modern.<\/p><p>Aspirasi kehidupan kota modern ini ternyata untuk sebagian besar masyarakatnya malah semakin meminggirkan mereka karena ketimpangan kelas dari kolonialsime Prancis justru kian mengeras sejak Senegal merdeka dan kota Dakar bercita-cita menampilkan citra sebagai kota modern. Aspirasi kemodernan kota Dakar ini tak ayal mendistorsi relasi sosial antara orang-orang kaya yang diwakili kulit putih Prancis dengan orang-orang kulit hitam Senegal yang miskin. Tokoh utama film, si penarik cikar, hidup tersesat dan kebingungan di tengah-tengah formasi sosial masyarakat yang benar-benar baru \u2013 masyarakat modern yang muncul di dunia pascakolonial Afrika (Dahlberg, 2013). Satu-satunya yang menjadi pengikat dan penguat jiwa bagi si kusir penarik cikar adalah nilai-nilai tradisionalnya yang berbasis religiusitas dari pandangan dunia orang Senegal lama. Pandangan dunia tradisional ini bertumpu pada gagasan spiritualitas agama Islam beserta relasi guru agama atau seorang sufi (meskipun ada yang sudah wafat) yang di masyarakat Senegal disebut marabout sebagai penjamin rasa aman dari goncangan hidup dan residu modernitas bagi si tokoh utama film, seorang kusir\u00a0penarik\u00a0cikar.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-e839ef5 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"e839ef5\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Tanggal penayangan<\/span><br \/>Samarinda:<br \/>Balikpapan:<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-0c58a78 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"0c58a78\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-385786e elementor-widget elementor-widget-spacer\" data-id=\"385786e\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"spacer.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-spacer\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-spacer-inner\"><\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4909735 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"4909735\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-52967bd e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"52967bd\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9b19df0 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"9b19df0\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Manila in the Claws Light <\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-268c17d elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"268c17d\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Lino Brocka\u200b<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9a7d9e4 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"9a7d9e4\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Filipina - 1975 - 125 menit<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-93f9885 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"93f9885\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f008c9f elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"f008c9f\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Manila in the Claws Light adalah film karya Lino Brocka yang memeriksa problem kemiskinan, eksploitasi ekonomi, ketimpangan sistemik dan korupsi moral akut di kota Manila di era awal kediktatoran Ferdinand Marcos, sejak ia memberlakukan Darurat Militer tahun 1972. Di film ini, Brocka membenamkan penonton dalam dunia bawah tanah Manila yang kumuh dan lacur. Tokoh utamanya, Julio dan Hilda digambarkan sebagai perlambang orang-orang miskin yang bagaimanapun harus bertahan hidup di kerasnya kehidupan kota Manila. Tanpa tedeng aling-aling, Brocka benar-benar menyajikan gambaran realis Manila yang apa adanya, mentah, tanpa filter sama sekali, dan kotor untuk menunjukkan lapisan-lapisan kota dengan gamblang dan jujur.<\/p><p>Manila in the Claws Light dibuat Brocka bertujuan menantang dan menggagalkan proyek rezim Marcos yang sedang gencar membangun citra negara modern, dan Manila sebagai latar depan citra itu. Manila in the Claws Light adalah potret yang menyoroti alegori untuk seluruh dunia yang terbelakang (Malcolm, 2001) dan mengupas detail tekstur kehidupan kaum miskin kota di daerah kumuh yang berjuang bertahan hidup setiap harinya dan menyajikan pengalaman langsung dari lingkungan fisik kota (Gutierrez III, 2016).<\/p><p>Kaum miskin kota ini adalah orang-orang yang bermigrasi dari pedesaan ke kota Manila. Mereka merupakan sepertiga dari populasi Metro Manila dan membentuk tenaga kerja murah yang mendiami kantong-kantong kumuh dan permukiman liar kota (Gutierrez III, 2017). Di Manila in the Claws Light, Brocka menggambarkan kaum pauper perkotaan ini dengan amat kejam dan keji tanpa ampun sekalipun.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-b4b677a elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"b4b677a\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Tanggal penayangan<\/span><br \/>Samarinda:<br \/>Balikpapan:<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-ac927e5 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"ac927e5\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4d9c5c1 elementor-widget elementor-widget-spacer\" data-id=\"4d9c5c1\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"spacer.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-spacer\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-spacer-inner\"><\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-55dbf91 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"55dbf91\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-2b460ff e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"2b460ff\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f7c03f1 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"f7c03f1\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Stray Dogs <\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8231fcb elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"8231fcb\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Tsai Ming-liang<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-bc0e4f9 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"bc0e4f9\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Taiwan\/Perancis - 2013 - 138 menit<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-618bf6b e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"618bf6b\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-ac1cf8e elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"ac1cf8e\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di balik kemegahan dan keteraturan tata kota di metropolitan Taipei, Ibukota Taiwan, Tsai Ming-liang menunjukan kepada penonton bagian-bagian bangunan kumuh, dan ruang-ruang yang terbaikan dan terbengkalai. Matt McCracken (2020) menyebut bahwa Stray Dogs adalah karya kartografi lingkungan perkotaan dan penolakan puitis kepada wajah-wajah manusia yang ditemukan di daerah-daerah yang terlupakan dan kondisi hidup mereka yang nestapa. Di sini Ming-liang menampilkan kesibukan sehari-hari kelas bawah Taiwan layaknya kawanan anjing liar yang berkeliaran, mengais-ngais sisa makanan, dan diabaikan oleh semua orang. Tokoh utama film ini seorang pria melarat dan tunawisma dengan dua anaknya yang bekerja sebagai pajangan papan reklame berjalan yang mempromosikan properti real estate.<\/p><p>Namun demikian, di Stray Dogs, seperti leitmotif sinema Ming-liang lainnya selalu menggambarkan berbagai motif representasi kota di mana terjadinya pertemuan-pertemuan secara kebetulan, tak terduga, anonimitas dan gambar-gambar yang luar biasa untuk menawarkan sebuah poliffoni gambar kota (Lo, 2013). Di Stray Dogs, Ming-liang menghadirkan berbagai mise-en-sc\u00e8ne lanskap perkotaan yang sendu, mendung dan sering kali basah kuyup untuk menarik hubungan emosional yang kuat antara lanskap dan penghuninya (Luers, 2013).<\/p><p>Penggambaran di Stray Dogs, bagaimanapun, merupakan landasan sosial sinema Tsai yang lebih kuat dari sebelumnya yang dibuktikan dari fokus film yang tak tergoyahkan pada kemiskinan urban, keterasingan, ketercerabutan, melankolia, daya tahan, dan ketabahan dari tokoh-tokohnya (de Luca, 2018; Louis Lo, 2022).\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5ae12d2 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"5ae12d2\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Tanggal penayangan<\/span><br \/>Samarinda:<br \/>Balikpapan:<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-24b9eb9 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"24b9eb9\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-d1d5168 elementor-widget elementor-widget-spacer\" data-id=\"d1d5168\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"spacer.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-spacer\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-spacer-inner\"><\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5c8ce59 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"5c8ce59\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6cdee51 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"6cdee51\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-64e34ca elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"64e34ca\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Still Life<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f03951f elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"f03951f\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Jia Zhangke<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-289f577 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"289f577\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Tiongkok\/Hong Kong - 2006 - 108 menit<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-eb06c86 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"eb06c86\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6cad3f5 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"6cad3f5\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Still Life berlatar di reruntuhan kota Fengjie yang berada di tepian Sungai Yangtze. Kota kecil ini terdampak pembangunan proyek Bendungan Tiga Ngarai <em>(Three Gorges Dam) <\/em>yang membuat penduduknya mengungsi<em>. <\/em>Tokoh utama film, Han Sanming, berjalan dengan mobilitasnya datang ke reruntuhan kota Fengjie mencari istri dan anaknya setelah enam belas tahun terpisah. Sementara, Shen Hong \u2013 seorang perawat, melakukan hal yang sama datang ke Fengjie untuk mencari suaminya. Kedua tokoh utama film ini digambarkan sebagai seorang pejalan kaki yang menyaksikan perubahan lanskap dan topografi Fengjie melalui pencarian paralel mereka untuk menemukan \u2018rumah\u2019 yang hilang. Mobilitas mereka acak dan nonlinear, sehingga menciptakan topologia yang berantakan dan penuh dengan ketidakpastian bahkan menjebak dan emosional. Tentunya pemetaan kartografi mental ini berkebalikan dengan lanskap resmi yang menampilkan citra kemajuan pembangunan kota, modernisasi dan perubahan skala besar yang dicita-citakan negara pasca sosialis Tiongkok (Chan Du, 2022).<\/p><p>Jia Zhangke, melalui Stil Life, berupaya mengurai implikasi dari pembangunan ekonomi yang pesat dan dampak manusia terhadap degradasi lingkungan. Dengan Still Life, proyek sinema Jia Zhangke ingin mengungkap teks dasar kehancuran dari reruntuhan kota yang terbaikan di balik pembangunan konstruksi bendungan, kerugian di balik kemajuan dan sisa-sisa entropi masa depan dari perencanaan instrumental pembangunan sambil membangkitkan mode mobilitas lambat yang konstan dari tokoh-tokohnya untuk menginterupsi mobilitas linear yang cepat.<\/p><p>Pada hematnya, Still Life adalah satu dari korpus film-film Jia tentang gagasan representasi perubahan topografi dengan mendobrak batas-batas film naratif dan dokumenter sehingga mampu menarasikan materialitas perubahan topografi dengan usaha pencarian agensi emosional di tengah perubahan ekonomi dan ekologi Tiongkok (Chan Du, 2022; Eric Dale, 2011).<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-72398de elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"72398de\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Tanggal penayangan<\/span><br \/>Samarinda:<br \/>Balikpapan:<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-88fef6f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"88fef6f\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c353c75 elementor-widget elementor-widget-spacer\" data-id=\"c353c75\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"spacer.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-spacer\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-spacer-inner\"><\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-1f467be e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"1f467be\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-3b457f6 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"3b457f6\" data-element_type=\"container\" data-settings=\"{&quot;background_background&quot;:&quot;classic&quot;}\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f15b0fa elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"f15b0fa\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Pictures of Ghosts<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-79be3d6 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"79be3d6\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Kleber Mendon\u00e7a Filho<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f26ee8f elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"f26ee8f\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Brazil - 2023 - 93 menit<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-96522a3 e-con-full e-flex e-con e-child\" data-id=\"96522a3\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-167dece elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"167dece\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Kleber Mendon\u00e7a Filho memperluas pencariannya terhadap \u2018hantu\u2019 di kota kelahirannya, Recife, Timur Laut Brazil. Ia menelusuri perubahan historis dengan presisi geografis di kota Recife dan membawa kita kepada bentuk-bentuk baru pengalaman aristektural dan praktik spasial yang berisi refleksi tentang nostalgia, waktu, tempat, dan memori. Lacurnya, pengalaman arsitektural yang dibagi Filho mengandung sebuah subteks yang mensublimasikan rasa takut dan kekerasan spasial <em>(spatial violence)<\/em>. Namun demikian, Pictures of Ghosts menjadi ode sinematik dari ruang perkotaan yang berubah dengan nada simpatik dan spektral.<\/p><p>Film ini adalah rute psikogeografi yang membawa kita pada lanskap perkotaan yang berubah dari perspektif lensa kamera Kleber Mendon\u00e7a Filho untuk menunjukkan transformasi besar di satu sisi, dan rasa kehilangan di sisi lain terhadap kota akibat modernisasi. Dengan demikian, Pictures of Ghosts meninggalkan jejak-jejak yang samar dan menghantui bagi siapa saja yang memiliki pengalaman dan memori akan tempat <em>(sense of place) <\/em>yang tidak bisa dikembalikan lagi dan tidak bisa dipulihkan akibat rongrongan kemajuan pembangunan kota.<\/p><p>Film ini beroperasi pada kerangka hauntologi urban untuk menjelajahi ruang-ruang perkotaan yang pernah hadir di masa lalu dan meninggalkan jejaknya di masa kini sambil menghantui hingga di masa depan. \u00a0\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-a59eae4 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"a59eae4\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"text-decoration: underline;\">Tanggal penayangan<\/span><br \/>Samarinda:<br \/>Balikpapan:<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-08c53af e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"08c53af\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-05db07d elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"05db07d\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t<h2 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Selamat menonton<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fd6bbe9 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"fd6bbe9\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Referensi<\/strong><\/p><p>Prodita Sabarini dan Nurni Sulaiman. \u201cEscaping the \u2018resource curse\u2019: E. Kalimantan at the tipping point\u201d. The Jakarta Post. <a href=\"https:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2013\/01\/17\/escaping-resource-curse-e-kalimantan-tipping-point.html\">https:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2013\/01\/17\/escaping-resource-curse-e-kalimantan-tipping-point.html <\/a>, Diakses Kamis, 10 April 2025.<\/p><p>David Fogarty (2014). \u201cIndonesia tries to clamp down on coal sector\u2019s worst excesses\u201d. <a href=\"https:\/\/news.mongabay.com\/2014\/10\/indonesia-tries-to-clamp-down-on-coal-sectors-worst-excesses\/\">https:\/\/news.mongabay.com\/2014\/10\/indonesia-tries-to-clamp-down-on-coal-sectors-worst-excesses\/<\/a>, Diakses Kamis, 10 April 2025<\/p><p>Siti Maimunah &amp; Sarah Agustiorini (2020). \u201cThe Story of Mahakam River in Indonesia: From the commons to extractivism and back\u201d. <a href=\"https:\/\/www.globalwaterforum.org\/2020\/10\/23\/the-story-of-mahakam-river-in-indonesia-from-the-commons-to-extractivism-and-back\/\">https:\/\/www.globalwaterforum.org\/2020\/10\/23\/the-story-of-mahakam-river-in-indonesia-from-the-commons-to-extractivism-and-back\/<\/a>, Diakses Kamis, 10 April 2025.<\/p><p>Sucipto (2023). \u201cThe IKN Opportunity and Dream of Downstream Industries\u201d. <a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/english\/2023\/01\/09\/the-ikn-opportunity-and-dream-of-downstream-industries?loc=hard_paywall\">https:\/\/www.kompas.id\/baca\/english\/2023\/01\/09\/the-ikn-opportunity-and-dream-of-downstream-industries?loc=hard_paywall<\/a>, Diakses Kamis, 10 April 2025.<\/p><p>Anna F\u00fcnfgeld (2016). The state of coal mining in East Kalimantan: Towards a political ecology of local stateness. <em>ASEAS \u2013 Austrian Journal of South-East Asian Studies<\/em>, 9(1), 147-162.<\/p><p>Andrea Dahlberg (2003).\u201d Film as a Catalyst for Social Change: Ousmane Sembene\u2019s Borom Sarret\u201d. <a href=\"https:\/\/brightlightsfilm.com\/film-as-a-catalyst-for-social-change-ousmane-sembenes-borom-sarret\/\">https:\/\/brightlightsfilm.com\/film-as-a-catalyst-for-social-change-ousmane-sembenes-borom-sarret\/<\/a>, Diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Andrea Dahlberg (2003). \u201cOn the Fortieth Anniversary of Borom Sarret, on Ousmane Sembene&#8217;s 1963 Film\u201d <a href=\"https:\/\/www.euppublishing.com\/doi\/10.3366\/film.2003.0013\">https:\/\/www.euppublishing.com\/doi\/10.3366\/film.2003.0013 <\/a>, Diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>David Murphy (2002). \u201cAn African Brecht:: The Cinema of Ousmane Sembene\u201d. <em>New Left Review,<\/em> 16 July-August 2002.<\/p><p>Macarena G\u00f3mez-Barris. <em>The Extracive Zone: Social Ecologies and Decolonial<\/em>. Durham and London: Duke University Press, 2017.<\/p><p>\u00a0<\/p><p>Phil Hoad (2023). \u201cPictures of Ghosts review \u2013 Brazilian auteur haunted by his home town\u2019s decline\u201d. <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/film\/2023\/nov\/28\/pictures-of-ghosts-review-director-haunted-by-his-hometowns-decline-kleber-mendonca-filho\">https:\/\/www.theguardian.com\/film\/2023\/nov\/28\/pictures-of-ghosts-review-director-haunted-by-his-hometowns-decline-kleber-mendonca-filho <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Andy Crump (2024). \u201cPictures of Ghosts Paints a Rich Portrait of a Brazilian City\u201d. <a href=\"https:\/\/www.pastemagazine.com\/movies\/kleber-mendonca-filho\/pictures-of-ghosts-movie-review\">https:\/\/www.pastemagazine.com\/movies\/kleber-mendonca-filho\/pictures-of-ghosts-movie-review <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Mariana Cunha &amp; Antonio M\u00e1rcio da Silva (2019). \u201cReel life: Brazilian realities reflected in cinema\u201d. <a href=\"https:\/\/www.architectural-review.com\/essays\/reel-life-brazilian-realities-reflected-in-cinema\">https:\/\/www.architectural-review.com\/essays\/reel-life-brazilian-realities-reflected-in-cinema <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Matthew Carey (2023). \u201cMapping A City Through Its Faded Cinemas: Director Kleber Mendon\u00e7a Filho On His Oscar Contender \u2018Pictures Of Ghosts\u2019\u201d. <a href=\"https:\/\/deadline.com\/2023\/12\/pictures-of-ghosts-retratos-fantasmas-director-keleber-mendonca-filho-interview-1235671354\/\">https:\/\/deadline.com\/2023\/12\/pictures-of-ghosts-retratos-fantasmas-director-keleber-mendonca-filho-interview-1235671354\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Andy Cumming (2023). \u201c\u2018Pictures of Ghosts\u2019: Kleber Mendon\u00e7a Filho\u2018s Ode To Cinema\u201d. <a href=\"https:\/\/soundsandcolours.com\/articles\/brazil\/pictures-of-ghosts-kleber-mendonca-filhos-ode-to-cinema-75011\/\">https:\/\/soundsandcolours.com\/articles\/brazil\/pictures-of-ghosts-kleber-mendonca-filhos-ode-to-cinema-75011\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Elsa Keslassy (2023). \u201cUrban Sales Boards Kleber Mendon\u00e7a Filho\u2019s Cannes\u2019 Special Screening Film \u2018Pictures of Ghosts\u2019\u201d. <a href=\"https:\/\/variety.com\/2023\/film\/global\/urban-kleber-mendonca-filhos-cannes-pictures-of-ghosts-1235596338\/\">https:\/\/variety.com\/2023\/film\/global\/urban-kleber-mendonca-filhos-cannes-pictures-of-ghosts-1235596338\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Yiju Huang (2022).\u201d Loss and Absence in Still Life\u201d. <a href=\"https:\/\/www.sensesofcinema.com\/2022\/feature-articles\/loss-and-absence-in-still-life\/\">https:\/\/www.sensesofcinema.com\/2022\/feature-articles\/loss-and-absence-in-still-life\/<\/a> , diakses Senin, 14 April 2025<\/p><p>Chan Du, \u201cPoetics of Still Lives: Rewalking the Ruinscape of <em>Still Life <\/em>(English version)\u201d, <em>Transtext(e)s Transcultures <\/em><strong><em>\u8de8\u6587\u672c\u8de8\u6587\u5316<\/em><\/strong> [Online], 17\u00a0|\u00a02022, Online since 30 December 2022, connection on 10 October 2023. URL: <a href=\"http:\/\/journals.openedition.org\/transtexts\/2145\">http:\/\/journals.openedition.org\/transtexts\/2145<\/a>; DOI: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.4000\/\">https:\/\/doi.org\/10.4000\/<\/a> , diakses diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>\u00a0<\/p><p>Jossh Lown (2025). \u201cSpectres of gentrification: Towards a hauntological framework for exploring the impacts of gentrification\u201d. <em>Urban Studies Journal<\/em>, 1\u201316. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1177\/00420980241306087\">https:\/\/doi.org\/10.1177\/00420980241306087<\/a>, diakses Senin, 14 April 2025<\/p><p>Eric Dalle (2011). \u201cNarrating changes in topography: Still Life and the cinema of Jia Zhangke\u201d. <a href=\"https:\/\/www.ejumpcut.org\/archive\/jc53.2011\/dalleStillLife\/index.html\">https:\/\/www.ejumpcut.org\/archive\/jc53.2011\/dalleStillLife\/index.html <\/a>, diakses Rabu, 09 April 2025<\/p><p>Matt McCracken (2020). \u201cStray Dogs | Tsai Ming-liang\u201d. <a href=\"https:\/\/inreviewonline.com\/2020\/06\/15\/stray-dogs\/\">https:\/\/inreviewonline.com\/2020\/06\/15\/stray-dogs\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Erik Luers (2013). \u201cNYFF51 Spotlight: Raining Cats and &#8220;Stray Dogs&#8221;\u201d. <a href=\"https:\/\/www.filmlinc.org\/daily\/nyff-spotlight-stray-dogs-tsai-ming-liang\/\">https:\/\/www.filmlinc.org\/daily\/nyff-spotlight-stray-dogs-tsai-ming-liang\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Tiago de Luca (2018). \u201cStray Dogs: Watching Cinema Disappear\u201d.\u00a0 <a href=\"https:\/\/taiwaninsight.org\/2018\/10\/26\/stray-dogs-watching-cinema-disappear\/\">https:\/\/taiwaninsight.org\/2018\/10\/26\/stray-dogs-watching-cinema-disappear\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Jonathan Romney (2014). \u201cFilm of the Week: Stray Dogs\u201d. <a href=\"https:\/\/www.filmcomment.com\/blog\/film-of-the-week-stray-dogs\/\">https:\/\/www.filmcomment.com\/blog\/film-of-the-week-stray-dogs\/ <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Louis Lo (2022). \u201cTsai Ming-liang\u2019s Cinematic Cities: The River (1997) and Stray Dogs (2013). In: Tambling, J. (eds) The Palgrave Encyclopedia of Urban Literary Studies. Palgrave Macmillan, Cham. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/978-3-319-62419-8_339\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/978-3-319-62419-8_339<\/a><\/p><p>Derek Malcolm (2001). \u201cLino Brocka: Manila &#8211; In the Claws of Darkness\u201d. <a href=\"https:\/\/www.theguardian.com\/film\/2001\/jan\/11\/derekmalcolmscenturyoffilm\">https:\/\/www.theguardian.com\/film\/2001\/jan\/11\/derekmalcolmscenturyoffilm <\/a>, diakses Selasa, 08 April 2025<\/p><p>Timan Zheng (2020). \u201cPoverty as Exploitation: Manila in the Claws of Light\u201d. <a href=\"https:\/\/cineccentric.com\/2020\/07\/03\/poverty-as-exploitation-manila-in-the-claws-of-light\/\">https:\/\/cineccentric.com\/2020\/07\/03\/poverty-as-exploitation-manila-in-the-claws-of-light\/<\/a>, retrieved Tuesday, 08 April 2025<\/p><p>Jose Gutierrez III (2017). \u201cThe Realist Cinema of Lino Brocka\u201d. <em>Plaridel<\/em> \u2022 Vol. 14 No. 2 \u2022 July &#8211; December 2017, 169-178.<\/p><p>Jose Gutierrez III (2016).\u201d Luk\u00e1cs, Kracauer, and Lino Brocka\u2019s Manila in the Claws of Light (1975)\u201d. <em>Plaridel<\/em> \u2022 Vol. 13 No. 2 \u2022 July &#8211; December 2016<\/p><p>Mick Gaw (2022). \u201cOff the Radar: \u2018Manila in the Claws of Light\u2019 dissects a city under the pressure of tyranny\u201d. <a href=\"https:\/\/nyunews.com\/arts\/film\/2022\/12\/2\/off-the-radar-manila-in-the-claws-of-light\/\">https:\/\/nyunews.com\/arts\/film\/2022\/12\/2\/off-the-radar-manila-in-the-claws-of-light\/ <\/a>, diakses Rabu, 09 April 2025<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>kurator RENAL RINOZA APRIL &#8211; MEI 2025 Samarinda BIOSKOP SINDIKAT SINEMA Balikpapan SEKAR PELANGI Melalui Program Bioskop Reguler Metropolis, Sindikat Sinema yang berbasis di kota Samarinda mencoba untuk membuka ruang pertukaran dialog tentang budaya sinema dengan berbagi pengetahuan yang bertolak dari film. Dalam hal ini, bagi Sindikat Sinema, sinema menjadi jendela pengetahuan tentang kota dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"elementor_header_footer","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-300","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.10 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Hauntologi Urban - Sindikat Sinema<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hauntologi Urban - Sindikat Sinema\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"kurator RENAL RINOZA APRIL &#8211; MEI 2025 Samarinda BIOSKOP SINDIKAT SINEMA Balikpapan SEKAR PELANGI Melalui Program Bioskop Reguler Metropolis, Sindikat Sinema yang berbasis di kota Samarinda mencoba untuk membuka ruang pertukaran dialog tentang budaya sinema dengan berbagi pengetahuan yang bertolak dari film. Dalam hal ini, bagi Sindikat Sinema, sinema menjadi jendela pengetahuan tentang kota dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sindikat Sinema\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-25T05:16:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-08T17:34:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/judul-kur_-768x400.png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/person\/28a8dc1c780a27a628381a3323ebfbd4\"},\"headline\":\"Hauntologi Urban\",\"datePublished\":\"2025-04-25T05:16:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-08T17:34:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\"},\"wordCount\":2799,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#organization\"},\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\",\"url\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\",\"name\":\"Hauntologi Urban - Sindikat Sinema\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-04-25T05:16:37+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-08T17:34:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hauntologi Urban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/\",\"name\":\"Sindikat Sinema\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#organization\",\"name\":\"Sindikat Sinema\",\"url\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-website-sindikat-sinema.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-website-sindikat-sinema.png\",\"width\":204,\"height\":101,\"caption\":\"Sindikat Sinema\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/person\/28a8dc1c780a27a628381a3323ebfbd4\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bdb462d8c61b32d922d7c97b583b52ad9083ccea2f84030fbc4e9688ab92e7?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bdb462d8c61b32d922d7c97b583b52ad9083ccea2f84030fbc4e9688ab92e7?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\"],\"url\":\"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hauntologi Urban - Sindikat Sinema","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hauntologi Urban - Sindikat Sinema","og_description":"kurator RENAL RINOZA APRIL &#8211; MEI 2025 Samarinda BIOSKOP SINDIKAT SINEMA Balikpapan SEKAR PELANGI Melalui Program Bioskop Reguler Metropolis, Sindikat Sinema yang berbasis di kota Samarinda mencoba untuk membuka ruang pertukaran dialog tentang budaya sinema dengan berbagi pengetahuan yang bertolak dari film. Dalam hal ini, bagi Sindikat Sinema, sinema menjadi jendela pengetahuan tentang kota dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban","og_site_name":"Sindikat Sinema","article_published_time":"2025-04-25T05:16:37+00:00","article_modified_time":"2025-05-08T17:34:10+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/judul-kur_-768x400.png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/person\/28a8dc1c780a27a628381a3323ebfbd4"},"headline":"Hauntologi Urban","datePublished":"2025-04-25T05:16:37+00:00","dateModified":"2025-05-08T17:34:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban"},"wordCount":2799,"publisher":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#organization"},"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban","url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban","name":"Hauntologi Urban - Sindikat Sinema","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#website"},"datePublished":"2025-04-25T05:16:37+00:00","dateModified":"2025-05-08T17:34:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/hauntologi-urban#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hauntologi Urban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#website","url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/","name":"Sindikat Sinema","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#organization","name":"Sindikat Sinema","url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-website-sindikat-sinema.png","contentUrl":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/logo-website-sindikat-sinema.png","width":204,"height":101,"caption":"Sindikat Sinema"},"image":{"@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/person\/28a8dc1c780a27a628381a3323ebfbd4","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bdb462d8c61b32d922d7c97b583b52ad9083ccea2f84030fbc4e9688ab92e7?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/86bdb462d8c61b32d922d7c97b583b52ad9083ccea2f84030fbc4e9688ab92e7?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/sindikatsinema.muara.org"],"url":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/?author=1"}]}},"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/300","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=300"}],"version-history":[{"count":26,"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/300\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":404,"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/300\/revisions\/404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=300"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=300"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sindikatsinema.muara.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=300"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}